Langsung ke konten utama

Postingan

Novel komedi "Jaka Bukan Perjaka"

Kaver novel Jaka Bukan Perjaka Penampakan novel Jaka Bukan Perjaka di Gramedia Pejaten Village "BAGI Jaka, Najwa adalah pelita hatinya. Maka apapun yang diminta oleh anak kecil berusia tujuh tahun itu pasti akan dituruti dengan sungguh-sungguh. Tak terkecuali saat Najwa meminta Jaka mencarikan ibu baru untuk dirinya. Nah lho?! Hiks! Ini kisah tentang seorang duda kaya setengah geblek bernama Jaka. Takdir membawanya pada perjalanan paling ruwet dalam hidup: yakni mencarikan ibu baru buat anak semata wayangnya. Namun apa daya, ternyata mencari istri baru itu tak semudah mencari kolor di tumpukan jemuran. Usaha demi usaha pun harus rela ditempuh Jaka demi membahagiakan sang anak mendapatkan ibu baru. Mulai dari ikutan acara reality show ‘Woy, Pilihlah Aku!’ yang presenternya Chiko Simatupang, kejebak cinta cewek tukang pijat, diporotin cewek matre kenalan di facebook, sampai nyasar ke lokalisasi ‘plus-plus’ gara-gara nomor hape yang dikasih Najwa. Nggak cuma s...

Melebur Buntu

Coba melebur buntu setelah sekian lama tidak menulis novel. Hasilnya, seperti ini ... semoga rangkaian kalimat awal yang hanya seucrit ini, mampu beranakpinak menjadi lembar demi lembar berikutnya. Ya, semoga. :) Surabaya, November 2012 ... Tidak ada alasan untuk bertahan di sekolah pada hari Senin. Inilah satu hari dalam seminggu dimana semua isinya adalah siksaan. Terutama terhadap otak-otak dengan kemampuan eksakta pas-pasan—jika tak mau dibilang memprihatinkan. Bayangkan, selepas berpanas-panas ria di tengah lapangan dalam sebuah ritual busuk bernama upacara, murid-murid itu sudah harus dihadapkan dengan dua jam pelajaran Matematika, berikutnya satu jam Kimia sebelum dan satu jam setelah istirahat, dan terahir Fisika di dua jam sisa menjelang pulang. Sambil mengosongkan gelas orange juice -nya pagi itu, sebuah pertanyaan yang kerap memenuhi kepalanya kembali mengulang: minatnya terhadap sekolah tampaknya sudah betul-betul habis, ini kah saatnya ia berhenti, dan perg...

Lomba Menulis Novel Inspiratif INDIVA 2014

Lomba lagi, lagi dan lagi... Ayo, serbuuuuu! ___________________________________________________________________________________ ANDAKAH CALON PEMENANGNYA? Sejak tahun 2007, PT Indiva Media Kreasi telah berperan dalam penerbitan novel-novel inspiratif dengan mutu yang terjamin. Seleksi yang ketat dari tim redaksi telah membuat novel-novel terbitan Indiva memiliki pembaca tersendiri yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah yang cerdas, idealis dan memiliki energi muda yang dinamis. Untuk menjaring novel-novel berbobot, Indiva Media Kreasi menggelar Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva 2014. KETENTUAN LOMBA   Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia (dibuktikan dengan identitas yang berlaku). Tema cerita bebas, inspiratif, tidak mengandung konten pornografi dan sadisme, tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam, mengandung unsur pencerahan yang kuat, dan tidak mengandung unsur SARA. Eksplorasi tema yang mendalam, ide-ide baru yang kreatif, akan menda...

Lomba Menulis Novel Remaja

Lomba pertama di tahun 2014 yang saya temukan. Ayo, kerahkan semua kemampuanmu dan mulailah menulis ... Bismillah! :) http://tigaserangkai.com/artikel/issue-and-event/335-lomba-menulis-novel-remaja-seberapa-indonesiakah-dirimu.html

Seorang Syeikh dan Demokrasi

Menarik sekali apa yang dipesankan seorang Syekh yang dirahmati Allah, Syekh Abdul Qadim Zalloum, berikut ini, “ Di antara bahaya yang paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia, ialah ide kebebasan individu yang dibawa demokrasi. Ide ini telah mengakibatkan berbagai malapetaka secara universal, serta memerosotkan martabat masyarakat di negeri-negeri demokrasi sampai ke derajat yang lebih hina daripada derajat segerombolan binatang .” Sebagaimana yang kita ketahui, demokrasi mewajibkan kebebasan berikut dijunjung tinggi-tinggi, yakni kebebasan berkeyakinan, kebebasan kepemilikan, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berekspresi. Ide kebebasan individu yang telah berhasil menjatuhkan manusia ke derajat hewan seperti yang dimaksud Syekh Zalloum di sini, adalah ide kebebasan berekspresi. Di dalam Alquran, Allah yang Mahamulia berfirman, “ Dan sungguh akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tapi tidak digunakan untuk...

Angin Gunung, Tukang Obat, dan Petasan Kentut

Ada tiga model emak-emak (setidaknya menurut saya) kalau lagi ngomongin tentang bayi/anak kecil. Ini berdasarkan pengalaman saya (dan juga istri saya) setelah kami memiliki bayi. Model emak-emak yang pertama adalah 'Angin Gunung'. Seperti halnya angin gunung, tipe emak-emak seperti ini menyejukkan dan menyenangkan siapa saja yang dihembusinya. Langsung ke contoh: Saya lagi ngajak main Mata (anak saya 14 bulan). Terus ketemu sama emak-emak yang juga lagi gendong bayi, atau setidaknya pernah punya bayi. Tapi lebih seru sih kalau ketemu sama yang lagi bawa bayi juga. Kita bisa lihat karakter emaknya. Seru! :D Emak AG: Mata udah bisa jalan? Saya: Belum, Tante. Baru bisa merambat aja. Emak AG: Oh, nggak apa-apa. Nanti juga bisa lama-lama. Ya, Mata pinter, ya? Pelan-pelan aja, ya, Nak. Tiap pagi di ajak latihan jalan di atas rumput berembun sambil bertelanjang kaki. Tiap bayi emang beda-beda, sih. Punya gaya tumbuh kembangnya sendiri-sendiri. Ada yang jalan cepet,...