Langsung ke konten utama

Postingan

Lomba Menulis Novel Inspiratif INDIVA 2014

Lomba lagi, lagi dan lagi... Ayo, serbuuuuu! ___________________________________________________________________________________ ANDAKAH CALON PEMENANGNYA? Sejak tahun 2007, PT Indiva Media Kreasi telah berperan dalam penerbitan novel-novel inspiratif dengan mutu yang terjamin. Seleksi yang ketat dari tim redaksi telah membuat novel-novel terbitan Indiva memiliki pembaca tersendiri yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah yang cerdas, idealis dan memiliki energi muda yang dinamis. Untuk menjaring novel-novel berbobot, Indiva Media Kreasi menggelar Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva 2014. KETENTUAN LOMBA   Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia (dibuktikan dengan identitas yang berlaku). Tema cerita bebas, inspiratif, tidak mengandung konten pornografi dan sadisme, tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam, mengandung unsur pencerahan yang kuat, dan tidak mengandung unsur SARA. Eksplorasi tema yang mendalam, ide-ide baru yang kreatif, akan menda...

Lomba Menulis Novel Remaja

Lomba pertama di tahun 2014 yang saya temukan. Ayo, kerahkan semua kemampuanmu dan mulailah menulis ... Bismillah! :) http://tigaserangkai.com/artikel/issue-and-event/335-lomba-menulis-novel-remaja-seberapa-indonesiakah-dirimu.html

Seorang Syeikh dan Demokrasi

Menarik sekali apa yang dipesankan seorang Syekh yang dirahmati Allah, Syekh Abdul Qadim Zalloum, berikut ini, “ Di antara bahaya yang paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia, ialah ide kebebasan individu yang dibawa demokrasi. Ide ini telah mengakibatkan berbagai malapetaka secara universal, serta memerosotkan martabat masyarakat di negeri-negeri demokrasi sampai ke derajat yang lebih hina daripada derajat segerombolan binatang .” Sebagaimana yang kita ketahui, demokrasi mewajibkan kebebasan berikut dijunjung tinggi-tinggi, yakni kebebasan berkeyakinan, kebebasan kepemilikan, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berekspresi. Ide kebebasan individu yang telah berhasil menjatuhkan manusia ke derajat hewan seperti yang dimaksud Syekh Zalloum di sini, adalah ide kebebasan berekspresi. Di dalam Alquran, Allah yang Mahamulia berfirman, “ Dan sungguh akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tapi tidak digunakan untuk...

Angin Gunung, Tukang Obat, dan Petasan Kentut

Ada tiga model emak-emak (setidaknya menurut saya) kalau lagi ngomongin tentang bayi/anak kecil. Ini berdasarkan pengalaman saya (dan juga istri saya) setelah kami memiliki bayi. Model emak-emak yang pertama adalah 'Angin Gunung'. Seperti halnya angin gunung, tipe emak-emak seperti ini menyejukkan dan menyenangkan siapa saja yang dihembusinya. Langsung ke contoh: Saya lagi ngajak main Mata (anak saya 14 bulan). Terus ketemu sama emak-emak yang juga lagi gendong bayi, atau setidaknya pernah punya bayi. Tapi lebih seru sih kalau ketemu sama yang lagi bawa bayi juga. Kita bisa lihat karakter emaknya. Seru! :D Emak AG: Mata udah bisa jalan? Saya: Belum, Tante. Baru bisa merambat aja. Emak AG: Oh, nggak apa-apa. Nanti juga bisa lama-lama. Ya, Mata pinter, ya? Pelan-pelan aja, ya, Nak. Tiap pagi di ajak latihan jalan di atas rumput berembun sambil bertelanjang kaki. Tiap bayi emang beda-beda, sih. Punya gaya tumbuh kembangnya sendiri-sendiri. Ada yang jalan cepet,...

Bersamamu

Tak ada tangis Tak ada airmata Hanya senyum Dan takbir kebahagian Bersamamu adalah... Setekun-tekunnya belajar Sebaik-baiknya kenangan Seindah-indahnya pelangi Sebiru-birunya laut Selucu-lucunya tawa Sesedih-sedihnya duka Sehitam-hitamnya dosa Seputih-putihnya harap Sesejuk-sejuknya tatap Sehangat-hangatnya hawa Sesenang-senangnya hujan Setulus-tulusnya do’a Dan bersamamu adalah ... sedahsyat-dahsyatnya rasa ikhlas 'Bersamamu' – Bumi Allah, di penghujung Maret 2013

Kembang Api Terakhir

Oleh Irvan Aqila *) Pernah dimuat di majalah STORY edisi 40 Des - Januari 2013 Jangan pernah takut untuk mengulangi kegagalan yang pernah kita rasakan demi menciptakan kesempatan kedua, sebelum akhirnya kita akan benar-benar menyesal... Siapa sih di antara sekian banyak anak Mapala kampus yang nggak kenal sama orang ini? Namanya Mido. Yap, Ahmed Mido. Pemuda berperawakan sedang dengan rambut belah tengah yang senantiasa dihiasi bandana ini, emang punya tampang mumpuni yang membuatnya mudah diingat di kalangan anak Mapala kampus. Tapi bukan lantaran tampang itu aja yang membuat doi jadi beken, melainkan dedikasi dan loyalitasnya untuk kemajuan Mapala kampuslah yang membuatnya cukup disegani. Mungkin Mido adalah satu dari segelintir jenis mahasiswa aneh di kebanyakan kampus. Mahasiswa yang datang ke kampus bukan untuk kuliah sebagai alasan utamanya, melainkan untuk melampiaskan nafsunya naik gunung alias jadi anak Mapala. “Mau nyari Mido itu gampang, cari ...